Arya Gunawan

Icon

Prihatin atas Skeptisisme Media

Dari 10 unsur utama profesi jurnalisme, tiga menempati posisi: upaya menggali kebenaran, kesetiaan kepada khalayak (bukan majikan) karena khalayaklah yang menitipkan amanah dan kepercayaan kepada profesi ini, dan penghormatan tinggi terhadap verifikasi. Sepuluh unsur utama ini diramu berdasarkan riset yang dirumuskan oleh wartawan kawakan Amerika Serikat, Bill Kovach, dalam bukunya yang tersohor, The Elements of Journalism (yang ditulisnya bersama Tom Rosenstiel).

Unsur yang ketiga, yakni verifikasi, sering disebut oleh banyak pengamat dan praktisi di bidang jurnalisme sebagai roh atau jiwa dari jurnalisme. Logikanya jelas: tugas tertinggi jurnalisme adalah menggali kebenaran. Dalam proses penggalian kebenaran ini, profesi jurnalisme memerlukan verifikasi, yaitu langkah untuk memeriksa berbagai informasi, data, fakta, bukti yang dijumpainya di sepanjang perjalanan sebelum sebuah kebenaran dihadirkan ke hadapan khalayak. Verifikasi merupakan langkah lanjutan dari sikap skeptis yang idealnya menjadi sesuatu yang melekat secara alamiah pada diri setiap pelaku profesi jurnalisme.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Filed under: Media

Tiga PR Utama Pers Indonesia

Kemerdekaan pers telah dinikmati sepanjang satu dekade terakhir. Berbagai peristiwa hadir silih berganti mewarnai perjalanan sejarah pers Indonesia sepanjang periode tersebut. Mula-mula pers Indonesia seperti terkesima dan gamang dengan hadirnya era kemerdekaan ini, ditandai dengan berbagai macam proses belajar dan uji coba (trial and error) dalam mengisi era kemerdekaan itu. Para pekerja pers mencari format yang pas dalam cara melaporkan peristiwa, dalam mengemas produk mereka. Masyarakat pun seperti terkesima menyaksikan kemerdekaan yang hadir lumayan tiba-tiba itu, menyaksikan kehadiran sosok pers yang sama sekali berbeda dengan apa yang ada di era sebelum itu. Sejak era reformasi, praktis semua kejadian dapat diberitakan oleh pers, sebagian dengan gaya yang sangat terbuka bahkan vulgar (dalam pilihan berita, sudut pandang penggarapan, penggunaan judul dan kata pada tubuh berita).

Perjalanan ini juga telah diwarnai oleh langkah yang tertatih-tatih, dengan berbagai sandungan yang muncul di sana-sini, termasuk sejumlah kasus serius di mana kemerdekaan yang baru dinikmati itu seperti terancam akan direbut kembali oleh pihak-pihak yang tak begitu bahagia menyaksikan berkembangnya pers yang merdeka tadi. Kini, setelah 10 tahun, tentu banyak hal yang telah dilewati dan bisa dipetik sebagai pelajaran berharga. Salah satu pelajaran berharga itu adalah kesadaran akan betapa pentingnya memiliki kemerdekaan ini, sebagai modal bagi hadirnya dua unsur penting bagi sebuah demokrasi, yaitu transparansi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan negara; dan keterlibatan yang penuh warga negara untuk menyuarakan aspirasi mereka, termasuk aspirasi yang berseberangan dengan suara mayoritas, maupun suara penguasa (sesuatu yang muskil terjadi saat berkuasanya Orde Baru).

Read the rest of this entry »

Filed under: Jurnalisme