Arya Gunawan

Icon

Sakit Soeharto, Sirkus Media

KERUMUNAN pekerja media yang melaporkan perkembangan sakitnya Soeharto belakangan ini bolehlah disebut ”sirkus media”. Istilah yang mulai dikenal pada 1970-an ini merujuk pada liputan media dalam proporsi yang di luar kelaziman terutama dalam hal pengerahan sumber daya, volume berita yang diterbitkan/disiarkan, dan suasana yang terbangun sebagai dampak dari pemberitaan itu.

Sirkus media biasanya dipicu oleh dua unsur utama: besarnya peristiwa yang tengah berlangsung dan nama besar tokoh yang menjadi subyek berita. Sakitnya Soeharto memenuhi dua unsur tadi: kesehatannya memburuk dan ia tokoh yang masih berpengaruh.

Sirkus media pernah muncul dalam berbagai peristiwa. Di luar negeri, misalnya, pada pernikahan Pangeran Rainier dari Monaco dengan bintang film Hollywood Grace Kelly (1956). Juga pada sidang pengadilan atlet bola-tangan Amerika Serikat, O.J. Simpson, yang didakwa membunuh istrinya (1995), atau saat meninggalnya Putri Diana (1997). Contoh lain: skandal perselingkuhan Presiden Bill Clinton dengan Monica Lewinsky (1998), dan di dalam negeri saat meninggalnya Tien Soeharto (1996).

Read the rest of this entry »

Filed under: Media

Tempo, Asian Agri, dan Jurnalisme Investigasi

William Mark Felt, Sherron Watkins, dan Inu Kencana memiliki persamaan: mereka adalah whistleblower alias pembocor praktek tak terpuji dari lembaga yang mereka kenal baik. Mark Felt adalah bekas Wakil Direktur Biro Penyelidik Federal (FBI) Amerika Serikat. Pada 1972-1974, dia membocorkan kepada wartawan The Washington Post, Bob Woodward, skandal Watergate yang membuat Richard Nixon mundur sebagai presiden. Mark Felt lebih dikenal sebagai “Deep Throat” karena Woodward menutup rapat jati diri sumber rahasianya itu, sampai Mark Felt sendiri mengaku pada 2005.

Sherron Watkins bekas petinggi Enron, perusahaan energi di AS. Pada 2001, dia membocorkan penyelewengan keuangan di sana, hingga Enron bangkrut dan sejumlah petingginya harus berurusan dengan hukum. Adapun Inu Kencana identik dengan sumber informasi tentang sejumlah kebobrokan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri, tempat dia mengajar.

Vincentius Amin Sutanto bisa masuk kelompok ini. Sebagai orang yang mengurusi keuangan Asian Agri—perusahaan yang terkait dengan Sukanto Tanoto, yang pada 2006 dinobatkan majalah Forbes sebagai orang terkaya Indonesia—Vincent membocorkan dugaan penggelapan pajak perusahaan itu kepada Tempo.

Read the rest of this entry »

Filed under: Jurnalisme, Media