Arya Gunawan

Icon

Komunikasi Krisis, Krisis Komunikasi

Buku-buku panduan mengajarkan, paling sedikit lima hal yang harus ada dalam setiap perencanaan komunikasi-informasi saat terjadi krisis di sebuah perusahaan.

Kelima hal itu ialah rencana penanganan krisis, rapat darurat internal untuk berbagi informasi di antara petinggi perusahaan, mengomunikasikan sesegera mungkin kepada publik, menghadirkan pimpinan puncak perusahaan ke lokasi krisis, dan memperbarui informasi sesering dan seteratur mungkin.

Kelima hal itu nyaris absen dalam kasus hilangnya pesawat AdamAir KI 574 jurusan Surabaya-Manado pada Senin (1/1) sore dan hingga kini belum ditemukan. Berbagai berita yang muncul kemudian berisi informasi dari berbagai pihak, bukan dari petinggi AdamAir. Jumpa pers pun baru dilakukan Senin (1/1) pukul 22.00, dihadiri Direktur Keselamatan dan Keamanan AdamAir dan Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan.

Muncul pertanyaan, mengapa penjelasan resmi baru disampaikan hampir larut malam?

Juga terlihat, AdamAir tak punya panduan komunikasi krisis yang mampu bekerja dengan baik. Bahkan, arus informasi menjadi tak terkendali saat muncul simpang siur berita, bangkai pesawat telah ditemukan dan 12 penumpang selamat. Kabar ini lalu dinyatakan tidak benar.

Jika AdamAir memiliki panduan komunikasi krisis memadai, mustahil terjadi kekeliruan informasi, sebab setiap panduan komunikasi krisis akan memastikan, hanya informasi akurat—bukan spekulasi—yang boleh dipublikasikan dan dikomunikasikan oleh sedikit orang (biasanya petinggi perusahaan yang terlatih menjalankan komunikasi krisis).

Kegagalan komunikasi krisis ini menjadikan AdamAir sasaran cercaan dan cacian. Sejumlah media melaporkan, keluarga penumpang menilai manajemen AdamAir tidak profesional, tidak menganggap insiden ini serius, bermain-main dengan nyawa manusia karena itu layak menerima amuk massa.

Masyarakat juga akan menilai insiden ini sebagai cermin, AdamAir tidak profesional di semua lini, termasuk misalnya mengaitkannya lagi dengan insiden AdamAir DHI 782 rute Jakarta-Makassar yang mendarat darurat di Bandara Tambolaka, Nusa Tenggara Timur, Februari 2006, setelah terbang tanpa orientasi karena rusaknya sistem navigasi dan komunikasi.

Krisis komunikasi

Kegagalan AdamAir menangani komunikasi krisis juga mencerminkan kelalaian perusahaan itu belajar dari kesalahan pihak lain. Salah satunya adalah yang menimpa perusahaan minyak Exxon, 24 Maret 1989, saat kapal tankernya mengalami insiden di kawasan Prince William Sound, Alaska, dalam pelayaran menuju California. Sepuluh juta galon minyak di tanker itu tumpah dan mencemari lingkungan.

Kegagalan komunikasi krisis AdamAir ini sebetulnya merupakan cermin persoalan lain yang lebih serius yang dihadapi bangsa kita saat ini: krisis dalam bidang komunikasi, ditandai banyaknya komunikasi yang kosong makna dan dikhianati sendiri oleh sang komunikatornya.

Contohnya adalah ucapan para elite politik soal pemberantasan kemiskinan dan korupsi, yang sebagian besar berhenti sebatas retorika. Janji-janji untuk korban gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah, korban lumpur Lapindo, korban tsunami Aceh, adalah beberapa contoh. Atau, pernyataan pejabat pemerintah bahwa harga beras akan stabil, namun yang terjadi justru kebalikannya.

Salah satu dampak langsung dari krisis komunikasi adalah tergerusnya kepercayaan masyarakat. Terkait insiden hilangnya pesawat AdamAir, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan standar keselamatan penerbangan karena maskapai penerbangan tidak akan main-main menyangkut keselamatan nyawa manusia (Media Indonesia online, 2/1/2007; 13.35 WIB), boleh jadi tak banyak anggota masyarakat memercayainya. Kecuali jika pernyataan Wapres ini diikuti tindakan nyata dan tegas dari pemerintah sebagai regulator industri penerbangan untuk menjamin bahwa berbagai perusahaan penerbangan tidak hanya kemaruk berburu untung besar, namun abai terhadap aspek keamanan dan keselamatan penumpang.

Filed under: Media, Transportasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: